Ust. Jefri Al Bukhori Wafat

ust.ujeJakarta – Kabar duka kembali datang dari penceramah negeri ini. Ustad Jefri Al Bukhori atau biasa disapa Uje meninggal dunia akibat kecelakaan Jumat (26/4). Menurut asisten Jeffry yang sempat diwawancarai salah satu televisi swasta, Uje meninggal akibat kecelakaan motor pada Jumat dinihari Pkl. 01. 00 WIB.

Sumber di twitter TMC Polda Metro Jaya menyebutkan kecelakaan Uje terjadi di kawasan Pondok Indah Jakarta. Motor yang dikendarai Uje menabrak pohon yang mengakibatkan Ustad ini meninggal di tempat. Rencananya jenazah Uje akan disalatkan di Masjid Istiqlal Jakarta setelah salat Jumat dan akan dimakamkan di pemakaman umum (TPU KAret).

Sumber lain mengatakan, bahwa Uje mengendarai motor sport dari arah Kemang. Karena kondisinya tidak fit motornya oleng dan menabrak pembatas jalan kemudian menabrak pohon. Warga yang sempat melihat kejadian tersebut berusaha menolong namun nyawanya tidak terselamatkan.

Uje Lahir di Jakarta, 12 April 1973. Dia merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara. Ayahnya bernama Alm. H. Ismail Modal dan umminya bernama Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Uje menikah dengan Pipik Dian Irawati pada 7 September 1999 dan dikaruniai tiga anak. Selamat Jalan Bang Uje. Tuhan bersama orang-orang yang saleh (din).

Dari detik.com dikatakan kecelakaan motor terjadi di depan rumah yang beralamatkan di Jalan Gedung Hijau Raya No.7, Pondok Indah, Jakarta Selatan sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (26/4/2013) dini hari. Moge Kawasaki E650 B 3590 SGQ milik Uje pun hancur.

untitleddlmmDari foto yang diambil detikHOT di lokasi kejadian, motor berwarna hijau itu tampak rusak berat pada bagian depan. Bahkan bagian stang dan lampu motor tersebut sudah tak karuan lagi bentuknya.

Saat kecelakaan Uje sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). Namun sayang, nyawanya tak tertolong. “Dia sempat dibawa ke RSPI, tapi kemudian meninggal,” terang salah satu sahabat Uje, Habib Mahdi kepada detikHOT.

Uje meninggal dunia karena kecelakaan motor di kawasan Pondok Indah. Dari keterangan TMC Polda Metro Jaya di aku Twitter-nya, Uje menabrak pohon palem di kawasan tersebut.

Selama ini Uje memang diketahui gemar menunggangi moge. Dalam berbagai kesempatan, pria yang dijuluki ustad gaul itu kerap membawa motor jenis Harley Davidson. Saat ini jenazah juga sedang berada di rumah duka di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.

Uje Lahir di Jakarta, 12 April 1973. Dia merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara. Ayahnya bernama Alm. H. Ismail Modal dan umminya bernama Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Uje menikah dengan Pipik Dian Irawati pada 7 September 1999 dan dikaruniai tiga anak. Selamat Jalan Bang Uje. Tuhan bersama orang-orang yang saleh (din).

Perjalanan Hidup UJE:

Perjalanan hidup Jefri al Buchori memang sungguh dahsyat. Penuh gejolak dan tikungan tajam. Proses pergulatan yang luar biasa dialami Uje hingga menemukan kehidupan yang tenang dan menenteramkan.

Jeffry Al Buchori dilahirkan pada 12 April 1973 di Jakarta. Uje anak ketiga dari lima bersaudara pasangan almarhum Haji Ismail Moda dan Hajah Tatu Mulyana. Apih (panggilan Jefri untuk ayahnya–Red.) asli Ambon, sedangkan Umi (demikian sang ibunda dipanggil) berasal dari Banten. Apih mendidik Uje dan empat saudaranya itu dengan sangat keras, terutama dalam hal agama.

Berada di lingkungan keluarga yang taat agama membuat Uje menyukai pelajaran agama. Sewaktu kelas lima sekolah dasar, Uje pernah ikut kejuaraan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) sampai tingkat provinsi. Selain agama, pelajaran yang juga kusukai adalah kesenian. Entah mengapa, Uje suka sekali tampil di depan orang banyak. Uje pun terbilang cerdas di sekolahnya. Setelah kenaikan kelas, dari kelas tiga sekolah dasar (SD) dia langsung melompat ke kelas lima. Jadilah Uje sekelas dengan kakaknya yang kedua.

Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, alm. Ust. H. Abdullah Riyad dan Ust. H. Aswan Faisal, bersekolah di PonDaar el-Qolam Gintung, Jayanti, Tangerang. Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal. Seringkali saat teman-temannya lainnya belajar, ia diam-diam tidur atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut yang sempat dikecapnya selama tahun yang harus dijalani. Setelah itu, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Apalagi setelah lulus di tahun 1990 dan kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje tak berkurang. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem (dunia gemerlap). Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah. Pada 1991, Uje pernah menjadi dancer di salah satu club. Uje juga sering nongkrong di Institut Kesenian Jakarta.

Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran. Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.`

Tahun 1990-an awal, Jefri al Buchori dikenal sebagai bintang sinetron muda potensial. Aktingnya bisa dilihat dalam beberapa sinetron, seperti Opera Tiga Jaman (RCTI), Sayap Patah (TVRI), Kerinduan (Indosiar), Biarkan Kami Bersatu (RCTI) dan Kepak Sayap Merpati Muda (SCTV). Bersama Gugun Gondrong dan para model lain, Uje kerap nongkrong di rumah Gugun di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Uje bertemu dengan Pipik Dian Irawati, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, Uje masih berstatus sebagai pemakai narkoba.

Meski demikian, hal itu tidak menghalangi Pipik yang bersedia dinikah siri pada 7 September 1999. Dua bulan kemudian mereka menikah resmi di Semarang. Pernikahannya dengan Pipik ini dikaruniai empat anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro, serta Attaya Bilal Rizkillah.

Hal yang menyadarkan Uje dari kehidupan semu adalah saat dirinya diajak umrah oleh ibu dan kakaknya. Sebagai awal dari usaha pertobatan, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan dakwah kakaknya di Jakarta.

Sebab, kala itu, alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura.

Uje berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35 ribu dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Dari situlah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, musala, masjid, dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyarakat banyak dikagumi oleh seluruh kalangan.

Selain itu Uje, juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami, debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para Pencari-Mu (2007).

Kini pendakwah yang dekat dengan kalangan anak muda itu telah berpulang ke Rahmatullah. Selamat jalan Uje!(dari berbagai sumber/Ans)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s